Senin, 18 April 2011

haciko


Seorang Profesor setengah tua tinggal sendirian di Kota Shibuya. Namanya Profesor Hidesamuro Ueno. Dia hanya ditemani seekor anjing kesayangannya, Hachiko. Begitu akrab hubungan anjing dan tuannya itu sehingga kemanapun pergi Hachiko selalu mengantar. Profesor itu setiap hari berangkat mengajar di universitas selalu menggunakan kereta api.. Hachiko pun setiap hari setia menemani Profesor sampai stasiun. Di stasiun Shibuya ini Hachiko dengan setia menunggui tuannya pulang tanpa beranjak pergi sebelum sang profesor kembali. Dan ketika Profesor Ueno kembali dari mengajar dengan kereta api, dia selalu mendapati Hachiko sudah menunggu dengan setia di stasiun. Begitu setiap hari yang dilakukan Hachiko tanpa pernah bosan.
Musim dingin di Jepang tahun ini begitu parah. Semua tertutup salju. Udara yang dingin menusuk sampai ke tulang sumsum membuat warga kebanyakan enggan ke luar rumah dan lebih memilih tinggal dekat perapian yang hangat.
Pagi itu, seperti biasa sang Profesor berangkat mengajar ke kampus. Dia seorang profesor yang sangat setia pada profesinya. Udara yang sangat dingin tidak membuatnya malas untuk menempuh jarak yang jauh menuju kampus tempat ia mengajar. Usia yang semakin senja dan tubuh yang semakin rapuh juga tidak membuat dia beralasan untuk tetap tinggal di rumah. Begitu juga Hachiko, tumpukan salju yang tebal dimana-mana tidak menyurutkan kesetiaan menemani tuannya berangkat kerja. Dengan jaket tebal dan payung yang terbuka, Profesor Ueno berangkat ke stasun Shibuya bersama Hachiko.
Tempat mengajar Profesor Ueno sebenarnya tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya. Tapi memang sudah menjadi kesukaan dan kebiasaan Profesor untuk naik kereta setiap berangkat maupun pulang dari universitas.
Kereta api datang tepat waktu. Bunyi gemuruh disertai terompet panjang seakan sedikit menghangatkan stasiun yang penuh dengan orang-orang yang sudah menunggu itu. Seorang awak kereta yang sudah hafal dengan Profesor Ueno segera berteriak akrab ketika kereta berhenti. Ya, hampir semua pegawai stasiun maupun pegawai kereta kenal dengan Profesor Ueno dan anjingnya yang setia itu, Hachiko. Karena memang sudah bertahun-tahun dia menjadi pelanggan setia kendaraan berbahan bakar batu bara itu.
Setelah mengelus dengan kasih sayang kepada anjingnya layaknya dua orang sahabat karib, Profesor naik ke gerbong yang biasa ia tumpangi. Hachiko memandangi dari tepian balkon ke arah menghilangnya profesor dalam kereta, seakan dia ingin mengucapkan,” saya akan menunggu tuan kembali.”
“Anjing manis, jangan pergi ke mana-mana ya, jangan pernah pergi sebelum tuan kamu ini pulang!” teriak pegawai kereta setengah berkelakar.
Seakan mengerti ucapan itu, Hachiko menyambut dengan suara agak keras,”guukh!”
Tidak berapa lama petugas balkon meniup peluit panjang, pertanda kereta segera berangkat. Hachiko pun tahu arti tiupan peluit panjang itu. Makanya dia seakan-akan bersiap melepas kepergian profesor tuannya dengan gonggongan ringan. Dan didahului semburan asap yang tebal, kereta pun berangkat. Getaran yang agak keras membuat salju-salju yang menempel di dedaunan sekitar stasiun sedikit berjatuhan.
Di kampus, Profesor Ueno selain jadwal mengajar, dia juga ada tugas menyelesaikan penelitian di laboratorium. Karena itu begitu selesai mengajar di kelas, dia segera siap-siap memasuki lab untuk penelitianya. Udara yang sangat dingin di luar menerpa Profesor yang kebetulah lewat koridor kampus.
Tiba-tiba ia merasakan sesak sekali di dadanya. Seorang staf pengajar yang lain yang melihat Profesor Ueno limbung segera memapahnya ke klinik kampus. Berawal dari hal yang sederhana itu, tiba-tiba kampus jadi heboh karena Profesor Ueno pingsan. Dokter yang memeriksanya menyatakan Profesor Ueno menderita penyakit jantung, dan siang itu kambuh. Mereka berusaha menolong dan menyadarkan kembali Profesor. Namun tampaknya usaha mereka sia-sia. Profesor Ueno meninggal dunia.
Segera kerabat Profesor dihubungi. Mereka datang ke kampus dan memutuskan membawa jenazah profesor ke kampung halaman mereka, bukan kembali ke rumah Profesor di Shibuya.
Menjelang malam udara semakin dingin di stasiun Shibuya. Tapi Hachiko tetap bergeming dengan menahan udara dingin dengan perasaan gelisah. Seharusnya Profesor Ueno sudah kembali, pikirnya. Sambil mondar-mandir di sekitar balkon Hachiko mencoba mengusir kegelisahannya. Beberapa orang yang ada di stasiun merasa iba dengan kesetiaan anjing itu. Ada yang mendekat dan mencoba menghiburnya, namun tetap saja tidak bisa menghilangkan kegelisahannya.
Malam pun datang. Stasiun semakin sepi. Hachiko masih menunggu di situ. Untuk menghangatkan badannya dia meringkuk di pojokan salah satu ruang tunggu. Sambil sesekali melompat menuju balkon setiap kali ada kereta datang, mengharap tuannya ada di antara para penumpang yang datang. Tapi selalu saja ia harus kecewa, karena Profesor Ueno tidak pernah datang. Bahkan hingga esoknya, dua hari kemu dian , dan berhari-hari berikutnya dia tidak pernah datang. Namun Hachiko tetap menunggu dan menunggu di stasiun itu, mengharap tuannya kembali. Tubuhnya pun mulai menjadi kurus.
Para pegawai stasiun yang kasihan melihat Hachiko dan penasaran kenapa Profesor Ueno tidak pernah kembali mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Akhirnya didapat kabar bahwa Profesor Ueno telah meninggal dunia, bahkan telah dimakamkan oleh kerabatnya.
Mereka pun berusaha memberi tahu Hachiko bahwa tuannya tak akan pernah kembali lagi dan membujuk agar dia tidak perlu menunggu terus. Tetapi anjing itu seakan tidak percaya, atau tidak peduli. Dia tetap menunggu dan menunggu tuannya di stasiun itu, seakan dia yakin bahwa tuannya pasti akan kembali. Semakin hari tubuhnya semakin kurus kering karena jarang makan.
Akhirnya tersebarlah berita tentang seekor anjing yang setia terus menunggu tuannya walaupun tuannya sudah meninggal. Warga pun banyak yang datang ingin melihatnya. Banyak yang terharu. Bahkan sebagian sempat menitikkan air matanya ketika melihat dengan mata kepala sendiri seekor anjing yang sedang meringkuk di dekat pintu masuk menunggu tuannya yang sebenarnya tidak pernah akan kembali. Mereka yang simpati itu ada yang memberi makanan, susu, bahkan selimut agar tidak kedinginan.
Selama 9 tahun lebih, dia muncul di station setiap harinya pada pukul 3 sore, saat dimana dia biasa menunggu kepulangan tuannya. Namun hari-hari itu adalah saat dirinya tersiksa karena tuannya tidak kunjung tiba. Dan di suatu pagi, seorang petugas kebersihan stasiun tergopoh-gopoh melapor kepada pegawai keamanan. Sejenak kemu dian suasana menjadi ramai. Pegawai itu menemukan tubuh seekor anjing yang sudah kaku meringkuk di pojokan ruang tunggu. Anjing itu sudah menjadi mayat. Hachiko sudah mati. Kesetiaannya kepada sang tuannya pun terbawa sampai mati.
Warga yang mendengar kematian Hachiko segera berduyun-duyun ke stasiun Shibuya. Mereka umumnya sudah tahu cerita tentang kesetiaan anjing itu. Mereka ingin menghormati untuk yang terakhir kalinya. Menghormati sebuah arti kesetiaan yang kadang justru langka terjadi pada manusia.
Mereka begitu terkesan dan terharu. Untuk mengenang kesetiaan anjing itu mereka kemu dian membuat sebuah patung di dekat stasiun Shibuya. Sampai sekarang taman di sekitar patung itu sering dijadikan tempat untuk membuat janji bertemu. Karena masyarakat di sana berharap ada kesetiaan seperti yang sudah dicontohkan oleh Hachiku saat mereka harus menunggu maupun janji untuk datang. Akhirnya patung Hachiko pun dijadikan symbol kesetiaan. Kesetiaan yang tulus, yang terbawa sampai mati.

Sejarah canaan

Pada mulanya ada Dewa yang memiliki banyak dunia yang tersembunyi di sakunya, salah satu dunianya adalah Canaan, kemudian Dewa mengalokasikannya menjadi dunia Sekuler. Jadi manusia secara bertahap tinggal di dunia tersebut. Tetapi mereka selalu menderita karena konflik yang terjadi di dalamnya.
Pada saat ini empat pahlawan hebat melakukan perjalanan di bawah perintah untuk mencari binatang Dewa kuno, dan dengan kekuatan empat binatang sebuah pintu yang luar biasa akan ditemukan dan dibuka. Sebuah dunia baru, surga yang benar, yang terletak di balik pintu tersebut. Sebenarnya surga itu adalah tempat dimana nenek moyang mereka tinggal. Melalui pintu itu, masa penderitaan bisa kembali ke dunia tersebut. Ini adalah dunia dengan pemandangan indah dan kehidupan yang mudah, hembusan angin lembut, sinar matahari yang cerah, hutan misterius begitu mengundang dan orang hidup nyaman, Ini sangat indah. Tapi pada suatu saat, terjadi konflik antara 2 kubu yang berbeda, mereka sangat menginginkan salah satu kota suci dan salah satu kelompok diantara kubu tersebut telah memutuskan untuk pergi meninggalkan kota.
sejarah
Sebenarnya mereka sudah lelah dengan perang dan konflik yang besar itu, mereka merindukan untuk hidup nyaman tanpa konflik selamanya. Untungnya, di tengah - tengah perjalanan, mereka telah menemukan sebuah tanah baru. Tanah baru tersebut bernama Canaan, yang adalah salah satu dari dunia yang berada di dalam saku Dewa. Pada saat itu hanya ada suku Elf, suku Barbar, iblis dan suku Dwarf yang tinggal disana. Melihat tanah ini dapat dijadikan tempat untuk hidup, mereka mengubah pikiran mereka dan hidup tentram di tanah baru ini. Tetapi setelah generasi dan generasi berikutnya konflik pun terjadi. Jadi mereka berencana untuk kembali. Dengan pengenalan ini, kita telah kembali kepada dunia Canaan yang sekarang.
Raja Canaan Charlie VI dan anaknya meninggal mendadak sebelum empat pahlawan menemukan binatang dan kemudian kerjaan terganggu. Empat pahlawan tersebut telah kembali ke kota Karugarner tersebut dengan tergesa - gesa.Mereka berharap dapat membantu menyelamatkan penduduk. Ketika mereka melewati Tri-Fork, mereka pun tertangkap dan dibawa ke saluran terakhir. Pemanah wanita Caligar menghilang, kesatria Evian tewas dalam pertempuran, hanya penyihir Heyinger beserta pendoa Walhallen yang telah kembali ke kota Karugarner, tapi keduanya pun tertangkap setelah sampai di Karugarner. Akhirnya dengan kemauan keras, penyihir Heyinger mendapat kesempatan dan melarikan diri dengan pendo Walhallen.
Bagaimana ini bisa terjadi?
Siapa yang menyerang mereka?
sejarah
Sebuah rumor tersebar di mana-mana. Tetapi ada suatu kebenaran dibalik hal tersebut, Empat pahlawan tersebut disergap oleh Elder Narfilleis dan anggotanya! Sayangnya rumor tersebut berubah menjadi kenyataan. Narfilleis adalah pengatur siasat. Ia begitu berambisi untuk memiliki tahta hingga ia menggunakan kesempatan ketika empat pahlawan melakukan perjalanan, dan membunuh raja Charlie VI dan anaknya. Namun ia begitu takut dengan empat pahlawan tersebut karena mereka begitu kuat, sehingga ia berencana untuk membunuh keempatnya di Tri-Fork.
Dunia runtuh lagi. Para bangsawan sedang bertengkar setiap hari tentang metode untuk mengatasi Narfilleis, dalam situasi seperti itu bagaimana orang bisa merasa nyaman. Mereka merindukan raja besar Charlie VI. Selama pemerintahannya tidak ada begitu banyak hal, sehingga orang merasa lebih aman. Dia mendirikan gereja, membawa kepercayaan kepada mereka dan mengilhami mereka dengan tujuan suci. Ia memenangkan cinta dan kekaguman mereka. Hanya pemimpin seperti dia bisa menyatukan seluruh negeri, tapi sekarang, apakah ada di sana seorang pemimpin yang bisa dipercaya? Apakah masih ada cinta? Apakah ada perdamaian? Orang-orang berharap untuk dapat kembali ke rumah mereka dengan aman dan nyaman. Dunia membutuhkan kedamaian, sehingga tidak ada perselisihan yang tragis. Masih banyak orang biasa yang hidup benar dibandingkan petinggi - petinggi yang hidupnya tidak benar. Mendengar hal itu, banyak manusia yang membentuk tim sukarela dan mencari binatang dewa dengan upaya mereka sendiri. Setelah upaya - upaya yang dilakukan, akhirnya mereka mendapat izin langsung dari para bangsawan, sehingga tim baru dapat memulai kembali. Ini adalah salah satu upaya yang dapat dilakukan para bangsawan untuk penduduk.
Karena mereka telah membuat keputusan, mereka harus mengikuti tujuan itu. Apapun yang mereka hadapi, seperti kekerasan suku Barbar, kelompk iblis yang haus darah, ataupun ejekan dari suku Dwarf dan Elf, mereka harus menjadi seperti seorang Ksatria. Ditengah-tengah dunia, ada daerah yang belum dijelajahi, masih misterius dan berbahaya. Dan ini tidak akan mudah. Apakah ini akan menanggung buah perjalanan satu tahun kemudian? Hal ini tergantung pada tindakan mereka!

Senin, 11 April 2011

Shinee-helo

onghyn] Ireol ttaereul pomyeon na origineun hangabwa nun ape dugodo ojji hal jul molla
[Onew] Eotteohke deul sarangeul sijakhago inneunji saranghaneun saramdeul marhaejwoyo

[Taemin] Onjenga geunyo soneul jaba bol na olkkayo
[Jonghyun] Gameun du nun wie kiss haneun naldo wajulkkayo

[All] Hello Hello
[Key] Nareumdaero yonggil naessoyo
[All] Hello Hello
[Onew] Jamshi yaegi hallaeyo
[All] Hello Hello
[Jonghyun] Naega jom sotuljin mollado
[All] Who knows eojjeom uri
[Taemin] Jal dweljido molla

[Minho] Naega dagasoya haneunji jom do gidaryoya haneunji
[Jonghyun] Modu dareun mareul haneun ge do eoryowo [Onew](Mideul su eopjyo)
[Key] Bogi boda nuni nopayo
[Onew] Ironil nan heunchi anayo nae mal mideojwoyo, yeah~

[Taemin] Amurochi anke gunyol aneul nal olkkayo
[Onew] Saenggakhan daero modu irwojindan mal midoyo
[ Lyrics from: http://www.lyricsmode.com/lyrics/s/shinee/hello.html ]
[All] Hello Hello
[Jonghyun] Nareumdaero yonggil naessoyo
[All] Hello Hello
[Key] Jamshi yaegi hallaeyo
[All] Hello Hello
[Taemin] Naega jom sotuljin mollado
[All] Who knows eojjeom uri
[Jonghyun] Oh yeah~

[Jonghyun] Choeumeun anijyo sashil malha jamyon sarangdo ibyoldo haebwatjyo
[Onew] Hajiman eoryowoyo imareul midojwoyo
{Jonghyun] Geudaeneun dallayo~~ Yeah!

[All] Hello Hello
[Minho] Iboneun nareul da geolgeyo
[All] Hello Hello
[Key] Ooh yeah, baby baby baby girl~
[All] Hello Hello
[Jonghyun] Jigeumeun eottolji mollado
[All] Who Knows eojjeom urin

[All] Hello Hello
[Minho](Uh, Hello nae gyoteul maemdon geu shigandeul gesok)
[Key] Oh~~yeah
[All] Hello Hello
[Onew] Jalgae gihweruel jwoyo
[Minho](Geu eotton gippeumgwado bigyo mothae No More geudael ijen pyohyon hal su opgo)
[All] Hello Hello
[Minho](Nae soneul jamneundamyon Never let you go)
[Jonghyun] Jigeumun eottolji mollado
[Minho](Ironge sarangimyon joldae an nochyo)
[All] Who knows uri duri
[Onew] Unmyeongilji molla
[All] Hello Hello~

More lyrics: http://www.lyricsmode.com/lyrics/s/shinee/#share

Shinee-LUCIFER!!

[ONEW] Soomeul gotdo chatji mothae naneun piharyeogo aesseo bwado
Geobujocha hal su eopneun [TAEMIN] nege gadhyeobeorin na
[JONGHYUN] Sarangieotdamyeon jeongmal saranghaetdeon georamyeon naege ireojineun mala
Her whisper is the LUCIFER

[ALL] Nareul mukkgo gadundamyeon sarangdo mukkin chae
Miraedo mukkin chae keojil su eobtneunde
Ja yurobge biweo nuh go barabwa ojik neoman chae ulge
Neoman gadeuk chae ulge

Geobu hal su eobtneun neoeui maryeokeun LUCIFER
Geobu hal su eobtneun neoeui mabeobeun LUCIFER
Dagaseomyeon neoneun machi cheonsa gadeun eotgullo nareul saneun iyura malhago, malhago

[KEY] Neoreul cheoeum bwasseul Ddae ssalbeun sungan meomchweobaryeotji
Nuga machi nae simjangeul Ggwan jwin chae nohji anhneun geotcheoreom
[TAEMIN] (Ajikkkajitdo) Neoneun geureohke nae mameul dada dada dada gajyeo noko
[JONGHYUN] Niga eobseumyeon nae mami da tabeorige mandeunda

[ALL] Nareul mukkgo gadundamyeon sarangdo mukkin chae
Miraedo mukkin chae keojil su eobtneunde
Ja yurobge biweo nuh go barabwa ojik neoman chae ulge
Neoman gadeuk chae ulge
Loverholic, Robotronic, Loverholic, Robotronic.

[JONGHYUN] Neowa gati nanun sarangyaegideul
[ONEW] Narang gateun goseul baraboneun neo
[JONGHYUN] Uri deo isangeun hwanbyeokhaejil su eobtdago neukkyeosseul ddae
[MINHO] Naman chyeodabwa neoneun deo, deo, deo, deo, deo, deo nareul wonhae
[TAEMIN] Naman barabwa modeun ge, ge, ge, ge, ge, ge niga jungsim
[ Lyrics from: http://www.lyricsmode.com/lyrics/s/shinee/lucifer.html ]
[ONEW] Eonjeboteonga jogeumssik jalmotdoen geot gata isang han neo
[KEY]Nal Aldeon saramdeul modu hana dul ssik gyeoteul ddeona
[JONGHYUN] Nan gajin ge neobbonigo

[ALL] Nareul mukkgo gadundamyeon sarangdo mukkin chae
Miraedo mukkin chae keojil su eobtneunde
Ja yurobge biweo nuh go barabwa ojik neoman chae ulge
Neoman gadeuk chae ulge

[ONEW] Machi yuri seonge gadhyeobeorin bbi e roman doen geot gata
[TAEMIN] Jeoldae manjok eobtneun neoreul wihae chumeul choneun na
[KEY] Hweonhi deulyeodabogo noireul manjyeo babo doen geot gata
[TAEMIN] Nan jeomjeon nege kkeulryeoganeun geotman gateunde
Loverholic, Robotronic, Loverholic, Robotronic

[ONEW]Niga miun geon anya silhdan geotdo anya
Danji geureon nunbichi budamil ppun
[JONGHYUN] Eodi anga ireohke nan neoman barabogo gidaryeon watjanha

[MINHO](Rap) Neoui nunbichi nal sarojabda nali jinalsurok nalkaroweojyeotda
Neoeui jibchake jichyeotda manhi be eotda mame piga nanda
Na sseureojil Jjeum doimyeon dagawaseo cheonsagati "saranghae"ran mal
Nu ga jinjja neoyeotneunji aldagado haetgallige mandeunda

[ALL] Nareul mukkgo gadundamyeon sarangdo mukkin chae
Miraedo mukkin chae keojil su eobtneunde
Ja yurobge biweo nuh go barabwa ojik neoman chae ulge
Neoman gadeuk chae ulge

[JONGHYUN] Machi yuri seonge gadhyeobeorin bbi e roman doen geot gata
[MINHO] Nareul naebdweo jayuroweo jil ddae neoreul jinjja saranghal su itgo
[ONEW] Hweonhi deulyeodabogo noireul manjyeo babo doen geot gata
[KEY] Nareul naebdweo jilrigedo amalgo neoreul jinjja barabol su itge

[ALL] Nareul mukkgo gadundamyeon sarangdo mukkin chae mirae do mukkin chae keojil su eobtneunde
Loverhollic, Robotronic, Loverhollic, Robotronic
Geobuhal su eobtneun neoeui maryeokeun LUC